Sumbawa yang Eksotis

Setelah persinggahan kami di Kawah Ijen,Banyuwangi, pada tanggal 24 Juni 2014, kami langsung melanjutkan perjalanan darat berikutnya ke Pulau Sumbawa.

Penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi ke Pulau Bali dengan Kapal milik ASDP hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Setelah sampai di Bali kami memutuskan untuk langsung melakukan penyeberangan ke Lombok pada malam hari agar kami dapat tidur lebih nyaman sepanjang perjalanan. Penyeberangan  dari Pelabuhan Padang Bai, Bali memakan waktu sekitar 4 jam untuk sampai ke Pelabuhan Lembar, Lombok. Harga tiket menyeberang dengan mobil dari Padang Bai ke Lembar sekitar 750 ribu Rupiah saat itu (tepatnya saya lupa…..bisa coba langsung mengunjungi website ASDP yang resmi untuk informasi pastinya). Harga sudah termasuk penumpang yang ada di dalam kendaraan berapapun jumlahnya. Kapal yang kami tumpangi cukup nyaman. Tempat tidur umum di ruangan ber-AC dan snack gratis disediakan di dalam kapal. Kondisi kapalpun cukup bersih termasuk toiletnya.

Kami tiba di Lembar pada tanggal 25 Juni sekitar jam 3 pagi. Kami langsung melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Khayangan untuk menyeberang ke Sumbawa. Perjalanan dari Lembar ke Khayangan hanya memakan waktu sekitar 2,5 jam. Kami tiba di Khayangan saat matahari terbit…..pelabuhan Khayangan sungguh mempesona.

Pelabuhan Khayangan
Pelabuhan Khayangan

khayangan2

Penyeberangan dari Pelabuhan Khayangan ke Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa memakan waktu sekitar 2 jam. Harga tiket penyeberangan dengan mobil kurang lebih sebesar 400 ribu Rupiah termasuk penumpang.

Jika pemandangan di Pelabuhan Khayangan saja sudah membuat saya kagum terlebih lagi pemandangan di Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa……sangat romantis dan eksotis dengan gugusan-gugusan bukit gersangnya yang kontras dengan laut dan langitnya yang biru.

Pelabuhan Poto Tano
Pelabuhan Poto Tano

Poto Tano

Setibanya di Sumbawa, kami langsung mengunjungi Pulau Bungin yang dipercaya sebagai Pulau terpadat di dunia. Rumah-rumah di pulau ini dibangun di atas karang. Tidak ada tumbuhan. Ternak peliharaan penduduknya adalah kambing. Kambing di pulau ini mengkonsumsi kertas. Rata-rata penduduknya adalah nelayan. Tempat ini tidak terlalu jauh dari pelabuhan Poto Tano dan dapat ditempuh dengan mobil/motor. Sepanjang perjalanan menuju pulau ini, terhampar lautan yang jernih dan bukit-bukit yang gundul.

Pulau Bungin1
Perjalanan ke Pulau Bungin

Pintu P Bungin

Pulau Bungin2

Setelah mengunjungi pulau Bungin, kami langsung menuju ke penginapan Pantai Kencana. Harga penginapan masih cukup murah, sekitar 300 ribu Rupiah per malam termasuk sarapan pagi untuk 2 orang. Rata-rata tamu yang menginap di tempat ini adalah turis manca negara. Penginapan ini cukup bersih dan memiliki kamar dan kamar mandi yang cukup besar. Pantai di penginapan ini juga bersih, mengingatkan saya pada sebuah penginapan di Senggigi, Lombok, hanya saja pantai di tempat ini lebih jernih dan ombaknya lebih tenang sehingga lebih aman bagi anak-anak.

Pantai Kencana3
Pantai Kencana

Pantai Kencana1

Penginapan Pantai Kencana memiliki kolam renang pribadi namun sayangnya fasilitas ini terbuka juga untuk umum sehingga sering kali kolam ramai digunakan oleh tamu luar hotel atau masyarakat setempat namun penjaga kolam tetap berupaya untuk menjaga kolam tetap bersih.

Penginapan ini hanyalah persinggahan kami sementara sebelum kami melanjutkan perjalanan berikutnya ke Pulau Moyo, tujuan utama kami ke Sumbawa.

Jalanan Sumbawa3 Sumbawa1

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s