Bumi Perkemahan Sarongge

Pemandangan dalam perjalanan ke hutan Ki Hujan
Pemandangan dalam perjalanan ke hutan Ki Hujan

Saat libur nasional dibulan Februari yang lalu, kami memutuskan untuk berkemah di daerah pegunungan. Bagi kebanyakan orang rasanya aneh jika dimusim penghujan melakukan aktifitas yang satu ini, apalagi dengan membawa anak-anak. Itu pula yang sempat kami rasakan, tapi mendengar nama Sarongge, cukup membuat kami termotivasi untuk membuktikan keindahannya. Pak Deni, penanggung jawab lokasi perkemahan di Sarongge sangat informatif dan memberikan arahan yang sangat bermanfaat untuk kegiatan kami ini.

Lokasi Sarongge tidak jauh dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) atau dekat dari Cibodas. Jarak tempuh dari Jakarta sekitar 2 – 3 jam. Namun jalan masuk ke lokasi Bumi Perkemahan Sarongge cukup menantang.

Untuk menuju bumi Perkemahan Sarongge dapat menggunakan motor namun kalau tidak terbiasa mengendarainya di jalan yang licin sebaiknya jangan mencoba karena kondisi jalan cukup berbahaya.

Perjalanan menuju Bumi Perkemahan Sarongge

Kami memutuskan untuk memarkir mobil kami di kebun bunga, sekitar 1,5 km dari Bumi Perkemahan Sarongge. Untungnya tempat ini cukup aman.

Saat melihat kondisi jalan yang sulit, kami agak ragu apakah putri kecil kami sanggup melakukan perjalanan hingga ke tempat perkemahan yang jaraknya cukup jauh dari lokasi parkir kendaraan dan jalan yang menanjak. Walaupun lelah, putri kami cukup senang melakukan perjalanan ini. Wortel yang berceceran sepanjang perjalanan yang terjatuh dari motor pengangkut hasil panen menjadi hiburannya sepanjang perjalanan….sangat sederhana.

“Aku masih kuat.”
Pintu Masuk Bumi Perkemahan Sarongge
Pintu Masuk Bumi Perkemahan Sarongge

Sepanjang perjalanan, kami dapat menyaksikan indahnya perkebunan teh dan sayuran. Rasa lelah kami pun terbayar segera setelah sampai di Perkemahan, kami bisa puas menghirup udara segar dan memanjakan mata melihat indahnya gunung-gunung di sekitar Sarongge. Sayangnya lokasi perkemahan kurang terawat namun air bersih serta fasilitas penerangan tersedia untuk digunakan. Kondisi toilet cukup baik karena dulunya lokasi ini pernah dikunjungi oleh Presiden RI, SBY. Kami tidak melihat wisatawan lainnya di lokasi ini sehingga kami dapat leluasa menggunakan area lahan perkemahan.

Camping ground

Keesokan harinya, sarapan sudah disiapkan oleh Ibu Epon dalam kotak-kotak makanan yang diantar oleh para guide yang sudah siap membawa kami ke hutan Ki Hujan. Berhubung kunjungan kami dimusim penghujan, maka kami tidak dapat menyaksikan pohon Ki Hujan berbunga.

Hutan Ki Hujan
Hutan Ki Hujan
Di bawah kaki gunung Pangrango
Di bawah kaki gunung Pangrango
Pemandangan dari Sarongge
Pemandangan dari Sarongge

Bagi yang ingin menikmati keindahan Sarongge namun memiliki keterbatasan untuk melakukan aktivitas berkemah, dapat menjadikan Sarongge Valley sebagai lokasi penginapan alternatif yang tidak jauh dari kebun bunga. Ini adalah penginapan yang tergolong masih sangat baru, sering digunakan oleh para peneliti dari wilayah Indonesia maupun luar negeri. Di penginapan ini juga menawarkan wisata tour keliling kebun teh, memetik strawberry, memberi makan kelinci, serta trekking ke hutan Ki Hujan.

Sarongge Valley
Sarongge Valley

Bagi kalian yang berminat untuk camping di Bumi Perkemahan Sarongge dapat menghubungi Pak Denny di nomor telp 0853-1804-7745. Beliau adalah pengurus di Sarongge di bawah naungan Kementrian Kehutanan. Untuk pesan makanan dapat menghubungi Ibu Epon di nomor 0877-14700054. Sementara itu, suami ibu Epon, Pak Usep, juga dapat membantu kalian untuk mengatur trekking ke hutan Ki Hujan dan untuk penyewaan tenda. Mereka sangat cooperative.

Iklan

2 pemikiran pada “Bumi Perkemahan Sarongge

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s