Siasati Perjalanan Murah: OSAKA-KOBE-KYOTO (Bagian III)

IMG_1941
Pemandangan dari Istana Kelinci, Kobe

Dalam rangkaian 4 hari kunjungan kami di Osaka,kami memutuskan untuk menghabiskan hari ke-4 di Kobe. Berhubung Kobe terletak tidak jauh dari Osaka, kami tidak memesan penginapan di daerah ini. Selain harga penginapan di Kobe lebih mahal dibandingkan di Osaka, rasanya juga repot kalau harus berpindah penginapan untuk kunjungan 1 hari saja.

Kobe adalah kota pelabuhan yang sangat cantik yang dikelilingi oleh pegunungan. Kota ini pernah ditimpa bencana Tsunami yang sangat hebat ditahun1995 yang lalu, yang menewaskan ribuan orang. Menyedihkan ya, tapi sekarang, Kobe sudah tertata rapih kembali. Sebenarnya, kota ini adalah kota terfavorit kami dibandingkan 2 kota lainnya yang kami kunjungi. Kali ini, saya senang berbagi pengalaman kunjungan singkat kami di Kobe.

Sejak masih di Jakarta, kami sudah merencanakan untuk mengunjungi Kobe tapi tidak dengan perencanaan yang matang karena sumber informasi tidak sebanyak Osaka atau Kyoto. Saat itu, kami hanya menemukan informasi tentang Arima Onsen dan sebuah sungai di sana yang dibangun dengan cara yang unik. Bermodalkan indahnya foto sungai ini, kami pun membulatkan tekad untuk berkunjung ke Kobe.

Dengan menumpangi kereta Hankyu Line dari stasiun dekat penginapan, kami pun menuju Kobe. Perjalanan ke kota ini ditempuh lebih dari 1 jam. Setelah tiba di stasiun Kobe, kebingungan pun dimulai lagi. Tidak ada petunjuk arah untuk lokasi Arima Onsen. Akhirnya kami mencoba bertanya kepada petugas stasiun kereta api. Dengan keterbatasan bahasa, sang petugas memberitahukan bahwa untuk ke Arima Onsen, kami harus turun di stasiun Sannomiya. Wah…ternyata kami kelewatan 3 stasiun. Petugaspun menyarankan saya untuk membeli tiket pass yang berlaku untuk 1 hari seharga 2,560 Yen per orang (dewasa), harga tiket ini sudah termasuk biaya menumpangi 4 jenis alat transportasi – kereta biasa menuju Sannomiya – bus ke Arima dan area gunung Rokko – Cable car (1 x perjalanan pp) – kereta gantung. Kami pun mendapatkan beberapa voucher potongan harga 50% yang bisa digunakan untuk masuk ke lokasi wisata Gunung Rokko dan untuk berendam di Onsen. Akhirnya, tujuan semula kami yang hanya ingin mengunjungi Arima Onsen jadi bertambah. Kami pun bisa mengunjungi lokasi wisata lainnya di sana. Senangnya……

Taman Nasional Gunung Rokko

Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah National Park Rokkosan. Untuk sampai ke lokasi ini, kami harus menuju ke stasiun Sannomiya dan lanjut menggunakan bus ke Rokko Cable Shita Station. Kami cukup menunjukkan kartu yang kami beli dan kami dapat naik ke sarana transportasi ini semua dengan cuma-cuma.

IMG_1766
Rokko Cable Shita Station
Cable car yang membawa kami ke Taman Nasional Rokkosan
Cable car yang membawa kami ke Taman Nasional Gunung Rokko

Ada beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi di Gunung Rokko seperti Musium Musical Box International, Rokko Country House dan Rokko Garden Terrace. Tersedia bus wisata yang akan mengantar kita ke tempat-tempat ini.

Kami memilih untuk mengunjungi Rokko Garden Terrace. Lokasi ini sangat indah, walaupun bukan musim bunga, banyak pohon yang tetap berbunga di tempat ini.

IMG_1890IMG_1824Di Rokko Garden Terrace ada banyak aktifitas yang bisa dilakukan oleh anak-anak. Jika punya cukup waktu, cobalah beberapa wahana yang ada di lokasi ini. Berikut peta aktifitas yang bisa dilakukan.

Aktivitas yang bisa dilakukan di Rokko Garden Terrace
Aktivitas yang bisa dilakukan di Rokko Garden Terrace

Di Rokko Garden Terrace terdapat istana kelinci yang dibangun berdasarkan buku cerita dongeng anak. Dari atas istana ini, kami bisa melihat indahnya pemandangan di sekitar area tersebut. Kami menggunakan kereta gantung mini seharga 100 Yen (berkisar 10 ribu Rupiah) per orang, gratis untuk anak-anak dibawah 5 tahun, untuk mencapai tempat ini.

Kereta gantung untuk menuju Istana Kelinci
Kereta gantung untuk menuju Istana Kelinci
Istana Kelinci
Istana Kelinci
Pemandangan dari Istana Kelinci
Pemandangan dari Istana Kelinc

Setelah puas berkeliling di Taman Nasional Gunung Rokko, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Arima Onsen. Untuk  menuju Arima, kami kembali ke stasiun cable car. Selanjutnya, menuju stasiun Sannomiya. Menurut informasi, seharusnya kami bisa naik kereta gantung untuk menuju lokasi ini tapi saat itu kereta gantung sedang tidak beroperasi.

ARIMA ONSEN

Arima adalah kota wisata kecil yang dikelilingi alam indah pegunungan. Di daerah ini banyak terdapat bangunan tradisional Jepang dan memiliki beberapa mata air panas terbaik di negeri ini. Onsen di tempat ini cukup terkenal.

Masuk ke lokasi Arima
Masuk ke lokasi Arima…tidak jauh dari lokasi ini adalah sungai yang jadi motivasi kami mengunjungi Kobe.
Sungai di Arima Onsen
Sungai di Arima Onsen

IMG_2028Di Arima Onsen, kita bisa mencoba tradisi onsen Jepang. Biasanya mereka memiliki ruang  individual, keluarga atau umum/utama. Ruang umum biasanya dipisah antara laki-laki dan perempuan. Tapi sebelum mencobanya cari tahu dahulu ya tata cara tradisi onsen di Jepang supaya tidak salah, apalagi jika ingin berendam di kolam utama. Malu kan kalau tiba-tiba terperanjat di depan umum. Pasalnya hal ini sempat terjadi pada anak kami yang paling besar. Dia hampir kabur keluar dari ruangan. Beruntung dia dapat mengontrol dirinya dengan baik.

Di depan bangunan Arima Onsen terdapat kolam kecil tempat mengalirnya mata air panas dari gunung yang dapat digunakan oleh siapa saja yang lewat dan ingin merendam kakinya di tempat ini. Airnya bener-bener panas, tapi dijamin….rasa lelah pada kaki kita akan hilang setelah berendam.

Merendam kaki di Arima Onsen
Merendam kaki di Arima Onsen

Setelah perjalanan kami di Osaka dan Kobe. Kami bersiap untuk melakukan perjalanan selanjutnya ke Kyoto dihari kelima.

KYOTO

Dengan menggunakan kereta JR Line, kami hanya perlu waktu 45 menit untuk sampai ke Kyoto. Kami tiba di Kyoto pada malam hari.

Kami menginap di hotel Mystay yang berlokasi di tengah kota Kyoto. Kamar yang kami sewa cukup besar dan dilengkapi dengan air purifier. Keperluan alat mandi lainnya seperti handuk, sabun dan teman-temannya  sudah tersedia sehingga jika kalian tertarik untuk menginap di hotel ini, tidak perlu repot untuk membawa keperluan-keperluan ini.

Lobby Hotel MyStay

Lobby Hotel MyStay

IMG_2154
Kamar hotel kami, twin bed + 1 extra bed

Kyoto adalah kota budaya dan kuil. Berhubung kami tidak tertarik untuk mengunjungi kuil, maka kami memilih untuk berkeliling kota Kyoto dengan menggunakan bus. Kami membeli tiket Kyoto City Bus One-Day Pass seharga 500 Yen per orang (dewasa) dan 250 Yen per orang (anak). Jika rekan-rekan  treveller tertarik untuk naik bus di Kyoto, berikut hal-hal yang bisa jadi masukkan:

  1. Naiklah dari halte yang telah disediakan.
  2. Saat menunggu bus,kita harus antri.
  3. Naiklah dari pintu belakang, karena pintu depan khusus digunakan untuk menuruni penumpang. Jika menggunakan kartu pass, kita harus menaruhnya dalam mesin kartu yang telah disediakan di dekat supir sebelum kita turun.
  4. Sediakanlah uang pas jika akan membayar ongkos bus. Ongkos bus  dibayarkan sebelum kita turun dan ditaruh pada kotak yang tersedia di samping supir.
  5. Jika tidak berkebutuhan khusus, mohon tidak menduduki kursi yang telah disediakan bagi penderita cacat, para lansia dan ibu hamil.
  6. Pada jam sibuk sebaiknya gunakanlah kereta karena bisa jadi jalanan akan macet dan bus juga cukup penuh di area-area tertentu.
  7. Bawahlah selalu peta perjalanan bus bersama kita untuk memudahkan melihat rute bus dan nomor bus yang lewat di jalur yang akan kita tuju.

Saat di Kyoto, kami sempat mengunjungi area Gion. Tempat ini dikenal dengan tempat para Geisha dan pusat pakaian tradisional Jepang. Di lokasi ini ada beberapa tempat penyewaan pakaian tradisional Jepang, namun kalian perlu merogoh kocek cukup dalam untuk dapat menyewa pakaian ini. Tempat penyewaan biasanya memiliki studio foto sendiri sehingga kalian dapat langsung mengabadikannya di sana. Para penyewa pakaian tradisional ini dapat menggunakan pakaian yang disewa sepanjang hari sambil berjalan keliling Kyoto. Serukan?

Kunjungan kami dihari berikutnya, hari ketujuh adalah Arashiyama.

ARASHIYAMA

Tempat ini adalah lokasi wisata yang sudah dikenal sejak abad ke-8 Masehi. Arashiyama memang sangat indah. Ini adalah lokasi wisata di Kyoto yang tidak boleh terlewatkan untuk kalian kunjungi. Lokasi ini bisa dikunjungi sepanjang musim. Untuk menuju lokasi ini, kami membeli Randen one-day Pass di hotel tempat kami menginap. Harganya cukup murah hanya sekitar 300 Yen per orang dewasa.

Randen adalah kereta 1 gerbong yang berjalan di atas rel kereta yang dibangun di tengah perkotaan.

Stasiun Randen
Stasiun Randen

Bila kita punya budget lebih, bisa coba naik Jigsaw di Arashiyama. Supir Jigsaw di sana sangat professional.

Di lokasi yang sama, ada jalur menakjubkan sepanjang 500 meter yang membelah hutan bambu. Kita dapat melihat jenis bambu yang berbeda dengan yang ada di negeri kita. Daun-daun bambunya pun harum baunya.

Bamboo Path
Bamboo Path

Selain Arashiyama, coba juga untuk mengunjungi Toei Kyoto Studio Park. Kita serasa berada di Jepang pada zaman Edo. Lokasi ini sering digunakan untuk syuting film-film sejarah Jepang maupun film komersial yang menggunakan latar sejarah Jepang. Atau kalau tertarik dengan Manga, cobalah berkunjung ke Kyoto International Manga Museum.

Setelah kunjungan kami di Kyoto, kami kembali ke Osaka untuk bersiap-siap pulang ke Jakarta. Namun, rasanya kurang lengkap sebelum merasakan kehebatan dari kereta peluru Jepang, Shinkansen. Mengingat harga tiket yang sangat mahal, maka kami memilih menggunakan Shinkansen untuk jarak terpendek, Kyoto – Osaka supaya budget kami cukup. Dengan menggunakan kereta yang satu ini, jarak Kyoto – Osaka hanya ditempuh selama 15 menit. Berada di dalam kereta ini layaknya berada dalam pesawat high end. Kereta ini memang super….

Shinkansen
Shinkansen

Have a nice trip!

Iklan

11 pemikiran pada “Siasati Perjalanan Murah: OSAKA-KOBE-KYOTO (Bagian III)

      1. Terima kasih atas tanggapannya Mbak yang ramah.. Apakah saya boleh meminta ID Line / WA Mbak ? Atau mungkin Mbak lebih nyaman melalui email ? Terima kasih..

        Suka

      2. Wah, mantap banget..😁 tadi saya ada PM Mbak Elisabeth Nikijuluw ( maaf kalau ada salah pengejaan karena namanya keren dan unik banget ❤ ).. Nanti kalau Mbak ada waktu baru balas aja.. tak masalah.. hehe..

        Suka

    1. Hi Dorris, Salken juga…. Tergantung berapa lama kamu mau di Jepang dan lokasi yg akan dituju. Kalau rencanannya mau pergi ke beberapa kota yg cukup jauh, reekomen beli JR. Tapi kalau tidak dan hanya menikmati satu kota dan kota terdekat lbh baik beli tiket kereta biasa.

      Suka

  1. Hi Elis,. Salam kenal. Apa boleh saya minta emailnya ? Saya sangat tertarik dgn perjalanan elis waktu di jepang. Saya rencana bersama 5 orang bersama anak” ke jepang. Sekarang mau searching” dl. Terima kasih sebelumnya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s