Camping Sukabumi: Goa Langir & Cileteuh Geo Park

Curug Awang
Curug Awang, Cileteuh

Seminggu sudah berlalu sejak perjalanan keluarga kecil kami ke Sukabumi. Kami memilih Sukabumi sebagai salah satu alternatif perjalanan singkat liburan kali ini karena Sukabumi menyimpan banyak pesona alam yang masih jarang disentuh oleh wisatawan. Salah satunya adalah Cileteuh Geo Park. Ternyata lokasi ini merupakan tempat tinggal dari batu-batuan tertua yang ada di pulau Jawa.

Ada beberapa lokasi yang menarik yang bisa kita kunjungi di Geo Park Ciletueh. Karena keterbatasan waktu dan kendaraan, kami hanya mengunjungi 2 lokasi saja yaitu Curug Awang dan Panenjoan. Kedua lokasi ini relatif mudah dijangkau dengan mobil. Ingin juga sih mengunjungi lokasi lainnya seperti Curug Tengah, Curug Manik, Curug Sodong, Puncak Darma dan Pantai Palangpang yang lokasinya berada dalam area Cileteuh Geo Park. Sebagian besar lokasi ini agak sulit ditempuh dengan mobil biasa, kita perlu menggunakan kendaraan 4 wheel drive / motor atau melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh.

Lama perjalanan dari Depok hingga sampai ke Cileteuh berkisar 8 jam. Karena perjalanan dimulai pada malam hari dan lokasi pasti Cileteuh belum kami ketahui, kamipun memutuskan untuk singgah di Desa Sawarna dan membangun tenda di pantai Goa Langir yang hanya berkisar 4,5 jam dari Depok sebelum lanjut ke Cileteuh. Di lokasi ini sudah terdapat MCK dan ada warung-warung kecil di sekitar pantai namun kami lebih memilih untuk memasak makanan kami sendiri.

Tiba di Goa Langir jam 12 malam. Hanya kami yang camping malam itu.
Tiba di Goa Langir jam 12 malam. Hanya kami yang camping malam itu.
Pemandangan Pagi di Goa Langir. Inilah nikmatnya camping....kamu bisa pasang tenda dengan view yang tidak kalah dengan hotel bintang 5.
Inilah nikmatnya camping….kami bisa menikmati pemandangan dari “kamar” kami yang tidak kalah indahnya dengan hotel bintang 5.
Pemandangan pagi di Goa Langir
Pagi di Goa Langir
Menikmati pagi di Goa Langir.
Pagi di Goa Langir.

Setelah puas beristirahat dan menikmati Pantai Goa Langir, kami bersiap berangkat ke Cileteuh Geo Park. Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam, kami akhirnya sampai di tempat tujuan.

Mohon abaikan banner kampanye yang tidak berhasil saya crop.
Mohon abaikan banner kampanye yang tidak berhasil saya crop.

Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah Panenjoan. Tempat ini benar-benar memukau. Kala musim penghujan, kita dapat melihat hijaunya persawahan namun kala musim kemarau lokasi ini pun tidak kalah eksotisnya.

View dari Panenjoan
View dari Panenjoan saat kemarau panjang

IMG_4423

Hari menjelang sore, kami pun melanjutkan perjalanan ke Curug Awang. Lokasi Curug hanya terletak 20 menit dari Panenjoan. Aliran air Curug Awang berasal dari sungai Cileteuh.

Hampir kelewatan.
Hampir kelewatan.
IMG_4431
Perjalanan menuju Curug Awang

Setelah sampai di lokasi, kami menaruh kendaraan kami di tempat parkir yang telah disediakan. Hanya dengan membayar 10 ribu Rupiah, kita bisa parkir di tempat ini sepanjang hari atau malam. Kendaraan kami dijaga dengan baik oleh penduduk sekitar. Sebenarnya tidak banyak penduduk di daerah ini, karena saat itu kami hanya melihat sekitar 5 rumah bedeng yang di bangun di daerah ini. Warga setempat sangat ramah dan penolong.

Hanya cukup berjalan kaki sejauh 50 meter dari area parkir, kami sudah dapat melihat indahnya Curug Awang.

Curug Awang dilihat dari dekat lokasi parkir kendaraan.
Curug Awang dilihat dari dekat lokasi parkir kendaraan. Pada musim penghujan, air akan terjun sepanjang tebing.
Batu-batu tua di aliran sungai Cileteuh (di atas Curug Awang)
Batu-batu tua di aliran sungai Cileteuh terlihat jelas saat musim kemarau (persis di atas Curug Awang)
Dikala musim kemarau panjang, kita bisa berjalan di atas tebing Curug Awang tapi tetap harus hati-hati ya.
Dikala musim kemarau panjang, kita bisa berjalan di atas tebing tapi harus hati-hati.

Geo Park Cileteuh dikelola oleh PAPSI (Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi). PAPSI pun telah membangun jalan setapak sehingga memudahkan kita melihat Curug Awang dari atas. Mereka pun telah menyediakan tempat sampah organik dan non organik di dekat Curug. Namun sarana MCK belum tersedia, kita masih perlu mohon permisi kepada penduduk setempat untuk menggunakan fasilitas ini.Tidak perlu kuatir, Pak Upen*, pria yang tinggal tidak jauh dari lokasi parkir kendaraan, menyediakan toilet bagi turis yang perlu menggunakan MCK. Walaupun kecil, namun cukup bersih.  (*Semoga ejaannya benar)

Karena hari semakin gelap, kami memutuskan untuk berkemah di Curug Awang. Untuk ke Curug ini, kita dapat melalui pematang sawah namun pijakan kaki sangat kecil sehingga beresiko untuk jatuh ke sawah yang tingginya lumayan bikin ketar ketir. Kami pun memutuskan untuk melewati jalan lain. Ternyata jalan alternatif ini pun bukan solusi yang terbaik, karena jalan cukup curam dan licin sehingga kita perlu berpegangan pada tambang yang telah disediakan khusus untuk menuruni jalan ini. Dengan panduan Pak Upen, kami pun percaya diri untuk menggunakan jalan ini.

_MG_7265
Jalan menuju ke dan kembali dari Curug Awang…..I wished to be the carrier bag.
View dari jalan terjal menuju Curug Awang dapat menghilangkan lelah sesaat.
View dari jalan terjal menuju Curug dapat menghilangkan lelah sesaat.

Sesampainya kami di curug, hari sudah gelap. Kami pun segera memasang tenda dengan bantuan senter. Dalam waktu 10 menit tenda pun siap digunakan.

Di lokasi ini tidak terdapat MCK, namun alam menyediakan tempatnya…hehehe…namun tetap harus dijaga kebersihaannya.

Karena lokasi pemasangan tenda tidak cukup besar, rasanya agak sulit kalau hendak berkemah di lokasi ini bersama banyak teman. Bagi para pemula yang ingin mencoba pengalaman berkemah, saya tidak terlalu menyarankan tempat ini. Anak-anak kami sudah terbiasa dengan aktifitas seperti ini, sehingga mereka tetap menikmatinya. Bahkan dapat saya katakan sangat menikmati.

Hal lain yang paling kami sukai dari membangun tenda tengah malam adalah menantikan saat pagi untuk menyaksikan keajaiban dan keindahan alam, salah satu hadiah terbaik dari Sang Pencipta, Allah Yehuwa.

IMG_4488
View dari “kamar’ kami pagi itu.

Dikala air terjun melimpah turun ke semua bagian tebing, lokasi tempat kami memasang tenda akan basah dan embunnya pun dapat mencapai rumah Pak Upen.

View dari
View dari “dapur” kami.

Jika kalian tertarik untuk berkunjung ke lokasi ini dan ingin melakukan touring di Geo Park, kalian dapat menghubungi PAPSI  Masalah biayanya, pasti lebih mahal ketimbang kita mengatur perjalanan kita sendiri.

Iklan

3 pemikiran pada “Camping Sukabumi: Goa Langir & Cileteuh Geo Park

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s