Pulau Pisang, Keindahan Alam di Pesisir Barat Lampung

image

Beberapa bulan yang lalu, salah seorang teman pernah bercerita tentang rencananya untuk berkunjung ke Pulau Pisang (Pulpis) di Krui, Lampung. Namun rencananya tertunda karena lokasinya terbilang sangat jauh dari Jakarta. Tibalah akhir pekan yang cukup panjang di bulan Mei tahun ini, saya pun teringat akan nama Pulau Pisang. Rasanya lokasi ini bisa jadi tempat pelarian yang cukup OK dari kemacetan area Bogor, Bandung dan sekitarnya. Saat menghubungi rekan camping kami yang setia, Keluarga Sugeng, gayung pun langsung bersambut. Rencanapun dibuat dalam waktu singkat. Diluar dugaan beberapa teman yang lain juga mau ikut sedap-sedap sengsara menempuh perjalanan ke Pulpis.

Kami berangkat dari daerah Cimanggis sekitar pukul 20.30 WIB. Ternyata dugaan saya benar, kemacetan ke arah Bandung malam itu sudah di mulai dari Serpong. Sementara itu, perjalanan kami ke arah Merak, lancar jaya. Kami sampai di pintu keluar toll Merak sekitar pukul 23.30 WIB. Antrian masuk ke kapal ferry penyeberangan ke Bakaheuni pun cukup beradab. Kami tidak menunggu terlalu lama, namun perlu diakui petugas cukup kewalahan menahan kendaraan-kendaraan yang tidak tertib yang ingin saling mendahului masuk kapal ferry walaupun sudah diarahkan. Biaya penyeberangan untuk jenis mobil biasa dikenakan harga sekitar Rp. 327.000 dari Merak ke Bakaheuni. Kami mulai diizinkan masuk ke kapal sekitar pukul 01.30 WIB. Kapal mulai merapat di Bakaheuni sekitar pukul 04.30 WIB.

Sesampainya di Bakaheuni, kami menyusuri jalan Soekarno Hatta hingga masuk ke arah Rajabasa. Adapun rute yang kami tempuh adalah rute Rajabasa-Pesawaran-Pringsewu-Tanggamus-Kota Agung-Simpang Sedayu (Tanjakan Sedayu)-Semaka-Taman Nasional Bukit Barisan-Krui. Rute ini juga dikenal dengan rute arah Bengkulu. Untuk sampai ke Krui bisa ditempuh melalui dua rute, rute yang kami gunakan adalah rute tersingkat. Rata-rata kondisi jalan cukup baik, termasuk tanjakan Sedayu dan Taman Nasional Bukit Barisan. Dibeberapa bagian di Sedayu, kita dapat menyaksikan pemandangan alam Lampung yang indah dari atas.

image
Kondisi jalan yang cukup baik
image
Salah satu spot tanjakan Sedayu
image
Memasuki kawasan Taman Nasional Bukit Barisan

Kami sampai di Krui sekitar pukul 14.30 WIB, lanjut ke Tebakak sekitar 30 menit berkendara dari Krui melalui jalan yang cukup banyak berlubang. Untuk menyeberang ke Pulpis, kita bisa memilih penyeberangan  yg ada di dekat Pasar Krui atau Pelabuhan  Tebakak. Bedanya, kalau melalui Pelabuhan Krui lama penyeberangan sekitar 45 menit, sementara, melalui Pelabuhan Tebakak sekitar 20 menit.

image
Memasuki daerah Tebakak
image
Pulau Pisang dilihat dari Tebakak

Pelabuhan Tebakak sangat sederhana. Berhubung kami sampai di pelabuhan setelah jam operasional penyeberangan yang biasanya, maka kami harus menyewa perahu seharga 270 ribu untuk kami bersebelas. Kami pun harus mengantri untuk bisa mendapatkan perahu yang akan membawa kami menyeberang ke Pulpis, pasalnya armada kapal nelayan hanya ada satu unit saja saat itu, sementara, ada cukup banyak  orang  yang ingin menyeberang ke sana. Alhasil, kami harus menunggu kurang lebih satu jam. Kami menitipkan kendaraan di dekat pelabuhan dengan membayar ongkos parkir 50 ribu Rupiah kepada Bapak pemilik warung.

image
Pelabuhan Tebakak
image
Tempat penitipan kendaraan
image
Siap menaiki perahu untuk menyeberang

Kami pun tiba di Pulpis sekitar jam 5 sore. Rasa lelah krn menempuh perjalanan yang panjang terbayar sudah. Pantai Pulpis yang di pagari bukit-bukit yang indah , pasir putih yang lembut serta air  laut yang biru, sesaat mengingatkan saya akan Pulau Gili Trawangan.

image
Pantai Pulau Pisang
image
Pesisir Pulpis

image

Selama 2 malam di Pulpis kami memutuskan untuk berkemah di pinggir pantai. Kami juga sangat menikmati indahnya pagi kala matahari terbit yang memberikan efek cahaya yang bervariasi. Bagi rekan-rekan traveller yang mencintai dunia photography, tempat ini layak untuk dikunjungi.

Di Pulau Pisang terdapat banyak sumur air tawar yang dapat digunakan untuk mandi atau untuk urusan MCK lainnya bisa menumpang di rumah penduduk. Bagi rekan-rekan traveller yang kurang berminat untuk berkemah dapat menyewa rumah penduduk atau menginap di penginapan sederhana yang tersedia.

image
Lokasi camping
image
Salah satu penginapan

Penduduk di daerah ini cukup ramah dan kebersihan desa cukup terjaga hanya sayangnya di pesisir pantai banyak turis atau warga setempat masih membuang sampahnya sembarangan.

Jika hendak mengelilingi pulau, bisa menyewa motor warga setempat. Kita bisa menemukan hal-hal unik di pulau ini seperti sekolah yang sudah dibangun sejak tahun 1800an, memanjat mercusuar, melihat warga menenun kain tapis atau jika cuaca memungkinkan dapat menyewa perahu untuk menyaksikan lumba-lumba di Samudera Indonesia yang terletak persis di belakang pulau. Mumpung kita berkunjung ke Pulpis, jangan lewatkan untuk menikmati ikan Blue Marlin yang super enak dengan hanya merogoh kocek 30 ribu per kg…dijamin masih sangat segar.

Untuk menikmati keindahan pasti ada harga yang harus dibayar.

Bagi rekan-rekan yang berminat mengunjungi Pulpis, berikut beberapa tips yang mungkin bermanfaat :

  1. Sebaiknya mengunjungi Pulau Pisang saat musim panas untuk menghindari ombak dan angin besar saat penyeberangan.
  2. Bawalah dry bag untuk mengantisipasi barang berharga yang tidak tahan air agar tetap kering.
  3. Bawalah obat-obatan yang diperlukan, sepertinya di daerah ini tidak terdapat klinik kesehatan.
  4. Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi baik sebelum perjalanan dimulai .
  5. Laluilah  area Taman Nasional Bukit Barisan ketika hari masih terang, mengingat sepanjang jalan kita hanya menemui hutan.
  6. Jika membawa serta anak-anak, alangkah baiknya jika memperlengkapi mereka dengan pelampung mengingat ombak di pantai ini cukup besar. Jangan lupa awasi mereka saat bermain di tepi pantai.
  7. Mengingat aliran listrik di pulau ini hanya menyala dari pukul 6 sore hingga pukul 11 malam, pastikan kita membawa serta lampu cadangan atau senter.
Iklan

12 pemikiran pada “Pulau Pisang, Keindahan Alam di Pesisir Barat Lampung

  1. Halo,
    Kalau saya tidak bawa kendaraan sendiri apakah memungkinkan menggunakan kendaraan umum kesini?
    dan untuk penginapan apakah mudah untuk ditemukan on the spot, karena sepertinya tidak banyak info kontak untuk menanyakan penginapan disana.
    Salam.

    Suka

    1. Hallo juga,
      Bisa juga pakai kendaraan umum tapi agak jarang kendaraannya. Saya tdk mengulas ini krn kurang info.
      Kita bisa menginap dirumah penduduk, bisa segera menghubungi ketua RT setempat jika ingin menginap dirumah mrk. Tersedia penginapan kecil, bisa lihat foto yg saya upload utk info no kontaknya.

      Suka

  2. Halo, saya cukup tertarik dgn pulau pisang. Kalo saya ingin berangkat rombongan dan ingin camping di pinggir pantai aja regulasinya mudah ga ya? Ada biaya nua juga ngga? Terus biaya nitip parkir kendaraan sehari brp ya? Trims

    Disukai oleh 1 orang

    1. Maaf ya baru bisa akses ke blog sekarang. Apakah sudah sempat ke pulpis? Tidak ada regulasi camping Di sana tapi pi
      Sebaiknya pilih lokasi yg tidak terlalu jauh dari rumah warga utk memudahkan ke toilet. Ada biayanya sih. Katanya utk setoran ke desa tapi gak mahal koq.

      Suka

  3. Hallo kak,

    Kalo ke pulau pisang pake kendaraan umum untuke ksana brp ya?? Trus biaya menginap di sana kisaran berapa per harinya??

    Total budgetnya kisaran aja kak utk kesana utk mnginap misal 3hri 2mlm brp kak?

    Terima kasih.

    Suka

    1. Tergantung mas berangkat dari mana. Untuk biaya menginap di rumah warga tidak terlalu mahal, kisaran 50-100 rb per malam saat itu. Utk penginapan khusus tepi pantai sekitar 400 rb per malam.

      Kalau nginepnya di rumah warga, saya rasa modal 500-700 rb utk 2 malam baru aman krn mesti bayar sewa kapal nyeberang. Saran saya berangkat dg group supaya lbh murah.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s