Leuwihejo- Alternatif ‘Ngadem’ Dekat Jakarta

Rasanya enggan untuk melakukan perjalanan ‘liburan’ kalau cuma sehari. Tapi ajakan teman travelling kami yang setia, Keluarga Sugeng, sulit untuk ditolak pasalnya mereka mempromosikan tempat yang akan dituju dengan sangat meyakinkan. Mulai dari kirim foto-foto mereka di tempat itu setahun yang lalu, foto orang lain yang super pro entah siapa yang punya, katanya lokasi juga gak jauh dari rumah kami dan murah meriah. Baiklah, malam itu saya pun langsung beberes ‘amunisi’. Leuwi Hejo, tunggu kami!

Perjalananpun kami mulai jam 8 pagi dari Cisalak melalui jalan Raya Bogor yang pagi itu sangat lenggang menuju Cibinong, melewati Pasir Mukti. Baru 30 menit kendaraan kami pacu, sawah yang dikelilingi pegunungan dan bukit-bukit, sungai jernih yang mengalir dibeberapa bagian jalan langsung memanjakan mata kami. Wow…promosinya benar adanya. Kayaknya sayang kalau perjalanan dilewatkan begitu saja, saya memohon kepada suami tercinta untuk berhenti sejenak agar saya dapat mengabadikan beberapa gambar sebagai oleh-oleh.

image
Pemandangan sepanjang perjalanan
image
Pemandangan sepanjang perjalanan

image

Saat kendaraan kami melalui jalan yang berbukit, pemandangan alam yang kami saksikan dari ketinggian jadi tampak lebih spektakuler lagi. Bukit-bukit yang tadi hanya bisa disaksikan dari kejauhan, kini itu semua tampak dekat disertai jurang-jurang yang hijau. Akhirnya, setelah sejam berkendara kami pun tiba di gerbang Leuwi Hejo. Petugas loketpun menagih sejumlah 25 ribu Rupiah per orang sudah termasuk asuransi Jasa Raharja, budget ternyata diluar dugaan karena harga tahun sebelumnya hanya 10 ribu Rupiah per orang. Seperti biasa, teman traveling kami memang jago untuk tawar menawar. Akhirnya, kami dapat harga 15 ribu Rupiah per orang. Hati pun senang karena tawaran dikabulkan.

image
Pemandangan sepanjang perjalanan
image
Menuju parkiran mobil

Kendaraan pun kami parkir di areal tanah kosong seberang gang menuju Leuwi Hejo. Saat melewati perumahan warga tampak lokasi jalan kurang terawat kebersihannya, kami harus melalui kandang ternak milik warga yang cukup mengganggu penciuman. Kami berharap dengan pungutan biaya yang mereka tagihkan dapat dimanfaatkan untuk biaya kebersihan di areal sekitar. Tapi setelah perkampungan kami lewati, Leuwi Hejo menawarkan pemandangan alam yang luar biasa. Sawah, bukit, sungai jernih berwarna hijau tosca dan keheningan yang hanya diisi suara aliran sungai yang cukup deras, membuat kami tidak sabar untuk segera sampai di spot terbaik yang ada di sepanjang sungai. Hanya dengan berjalan kaki 10-15 menit dari parkiran, kami pun sampai di kaki Sungai Leuwi Hejo. Ternyata, di sungai ini ada beberapa air terjun yang Indah, yang terdekat adalah Curug Barong. Jika kaki kita cukup kuat menanjak, kita bisa menyaksikan tempat yang lebih indah lagi di atas. Namun agak diluar yang biasa, untuk menyaksikan curug lainnya di atas, akan ada biaya lagi yang harus dibayar oleh pengunjung. Kalau tidak salah 5 ribu per orang. Tidak disangkal tempat ini sudah jadi buah bibir banyak orang, sehingga lokasinya jadi sangat komersial. Pagi itu saja, saya rasa ada lebih dari 200 org berkunjung di tempat ini. Walaupun demikian kita tetap dapat menikmati sungai yang bersih dan jernih. Tempat ini tetap recommended untuk dikunjungi.

 

image

image
Lumayan buat tempat merenung

Berikut beberapa tips untuk mengunjungi tempat ini:

1. Berangkatlah lebih pagi untuk bisa menikmati pemandangan alam saat golden hour.

2. Bawalah topi dan gunakan sun block karena saat di sungai di siang hari, matahari bisa terasa sangat menyengat.

3. Bawalah baju ganti. Di lokasi disediakan tempat ganti pakaian dengan biaya 3 ribu Rupiah per orang. Harga bisa sewaktu-waktu berubah. Berharap lebih murah krn utk ukuran kamar ganti yang seadanya, biaya ini tergolong mahal.

4. Sebaiknya bawa makanan dari rumah jika ingin menikmati makanan sesuai selera kita karena menu yang disediakan di warung-warung yang ada sangat standar, indomie rebus, tahu goreng dan beberapa teman gorengan lainnya. Namun bawalah pulang sampah kita setelahnya sebagai seorang traveler yang bertanggung jawab.

5. Tetaplah waspada dan hati-hati saat kita berada di alam. Ikuti aturan yang telah ditetapkan.

6. Bagi para pecinta fotografi dan selfi, lokasi ini bisa jadi tempat  untuk latihan foto slowspeed untuk dapat efek air seperti kapas dengan model yang mampu tahan napas dan gerakan. Selamat mencoba!

image
Slowspeed pake model…hehehe

image

Iklan

2 pemikiran pada “Leuwihejo- Alternatif ‘Ngadem’ Dekat Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s