Wisata Raja Ampat Bukan Cuma Wayag

“Jangan mati dulu kalau belum ke Raja Ampat”, sering sekali ungkapan ini muncul diartikel beberapa travel blogger, tapi buat saya mungkin lebih pasnya “Jangan menikah dulu kalau belum ke Raja Ampat”, kenapa demikian? Karena tidak dipungkiri biaya berangkat satu orang ke Raja Ampat saja sudah mahal apalagi berdua.

Apa yang membuat perjalanan ke Raja Ampat sangat mahal bahkan lebih mahal dari perjalanan ke beberapa negera top list para traveller? Raja Ampat memiliki 4 pulau besar, salah satu pulau yang paling diminati adalah Pulau Waigeo. Pulau ini memiliki banyak pulau kecil yang sangat indah dan waktu tempuh ke masing-masing pulau bisa memakan waktu antara 2 – 7 jam perjalanan dengan menggunakan speedboat dari Waisai, pusat pemerintahan Raja Ampat. Hal ini membuat biaya transportasi menjadi sangat mahal. Selain itu, harga penginapan adalah harga per orang. Biasanya harga penginapan sudah termasuk makan 3 x sehari/orang. Ini belum termasuk pengeluaran untuk tiket pesawat ke Sorong, kapal ferry penyeberangan dari Sorong ke Waigeo, tiket masuk ke kepulauan Raja Ampat dan kendaraan selama berada di Waisai. Well, saya tidak sedang membahas biayanya, karena masalah besaran biaya relatif bagi setiap orang.

IMG_4824
Kapal penyeberangan dari Sorong ke Waisai dan sebaliknya

IMG_4814

Bicara Raja Ampat, orang akan mengingat jajaran batu-batu karst yang menjulang tinggi di atas perairan laut Raja Ampat, lokasi yang paling terkenal adalah Wayag dan Piyanemo. Jangan berpikir bahwa begitu kita menginjakkan kaki di Raja Ampat, kita akan dapat langsung menyaksikan bebatuan karst ini. Kita perlu punya kesabaran untuk menempuh perjalanan dengan speedboat sejauh 5 -7 jam perjalanan dari Waisai. Namun kesabaran kita akan terbayar dengan melihat beberapa pemandangan yang indah sepanjang perjalanan apalagi saat speedboat  bersandar di pos pusat konservasi Wayag, sambutan hangat dari para penghuni laut langsung bikin betah berlama-lama di sini. Bagi para pengunjung yang  punya keterbatasan untuk hiking ke bukit karst di Wayag dapat menghabiskan waktu bermain dengan anak-anak hiu atau ikan-ikan jinak yang ada disepanjang pesisir pos konservasi. Ikan-ikan ini dilarang keras untuk ditangkap selapar apapun kita.

IMG_5080
Sambutan ikan-ikan di Pos konservasi Wayag

Sayangnya di area ini belum ada penginapan yang disewakan untuk umum. Salah satu Penginapan terdekat dari Wayag sekitar 3 jam perjalanan adalah penginapan Raja Kamar di Salpele, penginapan sederhana yang sangat bersih namun memberikan suasana mewah. Udara bersih, jauh dari kebisingan kota,  suara debur ombak kecil, warna-warni dilangit saat matahari terbenam dan waktu yang terasa lambat menelan hari, benar-benar kemewahan bintang 5 bagi kami penghuni kota.

IMG_4899
Penginapan Raja Kamar, Salpele

 

Piyanemo adalah miniatur dari Wayag. Untuk naik ke puncak Piyanemo jauh lebih mudah karena sudah disediakan tangga. Jika saya gambarkan, Piyanemo tampak terlihat seperti kompleks bebatuan karst dengan aliran air laut yang sangat tenang. Tampak beberapa pedagang menjajakan aksesoris Papua seperti gelang akar, saya rekomendasikan untuk membelinya di sini karena harganya lebih murah dibandingkan di toko oleh-oleh di Sorong. Ada juga yang menjual kelapa muda dan kepiting kelapa yang terkenal dengan kehebatannya meremukkan besi dan sudah jadi binatang yang langka.

Untuk menghemat waktu perjalanan ke Piyanemo, kami menginap di Mambetron yang lokasinya sekitar 2 jam perjalanan ke Piyanemo. Harus saya akui, Mambetron adalah salah satu spot terbaik menyaksikan adegan matahari terbenam dan di sinilah saya harus terpaksa berpisah dengan kamera tercinta yang selalu setia mengabadikan setiap perjalanan kami.

Sunset di Mamberton
Sunset di Mambetron

Bagi para traveller yang berencana ke Waisai, jangan lewatkan mengunjungi Kalibiru yang terletak dekat Kampung Warsambin di Pulau Waigeo. Dari Waisai perjalanan ke Kampung Warsambin dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat atau roda dua kurang lebih 1 jam perjalanan melewati jalan beraspal mulus yang membelah hutan Papua. Dari kampung Warsambin, kita harus menyewa kapal nelayan kecil untuk dapat membawa kita ke Kalibiru. Lima belas menit penyeberangan dengan pemandangan hutan yang sangat menakjubkan dengan ditemani  burung-burung khas Papua yang banyak beterbangan disepanjang perjalanan seolah menyambut kedatangan kami.

Perjalanan masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 10 menit melalui jalan berbatu dan tanah liat yang licin akibat hujan. Ini adalah perjalanan yang paling berkesan selama kunjungan kami di Waisai. Kalibiru menawarkan sensasi berbeda yang eksotis, sungai berwarna biru cerah dengan air yang dingin benar-benar jadi penyejuk lelahnya perjalanan melalui hutan yang masih perawan. Dua jam berendam dan melompat riang di sini benar-benar kurang, namun apa daya kami harus mengejar kapal penyeberangan kembali ke Sorong.

Kalibiru
Kalibiru

Beberapa tips yang bisa jadi masukan bagi para traveller yang ingin ke Raja Ampat:

  1. Gunakan guide yang jujur yang memberikan harga yang masuk akal. Jangan sekedar mencari harga murah.
  2. Bawa vitamin yang dapat membantu daya tahan tubuh mengingat Papua terkenal dengan penyakit Selamat Datangnya yaitu Malaria. Jangan biarkan perut kosong karena akan mudah terkena Malaria.
  3. Sebaiknya tidak membawa koper besar karena perjalanan lebih banyak berpindah-pindah dari satu pulau ke pulau lain apalagi jika perjalanan kita budget trip.
  4. Bawa cukup makanan cadangan karena di Raja Ampat jarang tempat makan atau warung.
  5. Bawa cukup uang cash karena ATM tergolong hampir tidak terlihat.
  6. Bawa topi, manset/lengan panjang, sunblock dan lotion anti nyamuk.
  7. Gunakan sendal atau sepatu yang nyaman untuk hiking/trekking.
  8. Saat berenang di laut harap tidak melompat dari dermaga karena akan mengganggu para penghuni laut serta tidak membuang makanan apalagi sampah di laut.
Iklan

2 pemikiran pada “Wisata Raja Ampat Bukan Cuma Wayag

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s